Tips budidaya ikan cupang hias

 SUMBER:www.cnnindonesia.com

1. Ketahui jenis ikan cupang
Ikan cupang dibagi menjadi dua jenis berdasarkan kacamata para pencintanya, yakni ikan cupang hias dan ikan cupang aduan. Berikut ciri keduanya:

Ikan cupang hias dan ikan cupang aduan punya ciri fisik dan karakter yang berbeda (Foto: iStockphoto/Lisa5201)



Ikan cupang hias
Bentuk sirip dan ekor menjuntai panjang
Warna tubuh terang, tidak kusam. Memiliki varian warna yang menarik dan atraktif
Gerakannya tenang. Bila melihat ikan cupang lain atau sedang bercumbu dengan betina, ekornya akan mengembang sempurna dan menunjukkan bentuk khas
Ikan cupang hias sering dilombakan dalam hal keindahan warna. Jenis-jenis ikan cupang itu seperti, serit (crown tail), bulan separuh (halfmoon), laga (plakat), cagak (double tail) dan akhir-akhir ini jenis giant.
Ikan cupang aduan
Lebar dan tinggi ikan mulai dari leher hingga ekor terlihat memiliki ketebalan dan besar yang sama, namun pada ujung ekor biasanya bentuknya mengecil
Gerakannya agresif
Ketika melihat ikan cupang lain, sirip-siripnya mengembang penuh
Bibir tampak tebal dan kokoh. Biasanya mulut ikan cupang adu tertutup rapat, tidak menganga. Jika dilihat pada bibir bagian bawah ada bintik-bintik dan itu mencirikan giginya yang runcing
Salah satu alasan hobi memelihara ikan cupang menjadi tren di Indonesia adalah keindahan warna dan bentuk ikan. (iStockphoto/Mongkolchon Akesin)
Cupang adu biasanya berasal dari spesies Betta Splendens, Betta Imbellis, Betta Mahachai dan variasi silangannya. Perlombaan adu cupang kerap digelar di Asia Tenggara, padahal itu sebenarnya adalah hal illegal.

Sebab itu sebenarnya adu ikan cupang juga tidak boleh dilakukan, sebab dalam konferensi hewan internasional yang dilakukan pencinta hewan disebutkan bahwa hewan juga punya hak untuk hidup.

Jika cupang beradu sendiri dianggap bukan menjadi masalah, namun jika direkam bisa jadi merenggut hak asasi hewan untuk hidup.

Salah satu yang harus diperhatikan saat memelihara ikan cupang adalah pakan dan kebersihan akuarium. (Photo by Mladen ANTONOV / AFP)
Lihat juga:Budidaya Ikan, Solusi Kesejahteraan Warga Kepulauan Seribu

2. Pilih indukan ikan cupang berkualitas
Setelah mengetahui jenis ikan cupang, langkah cara ternak dan budidaya ikan cupang untuk pemula selanjutnya adalah memilih indukan ikan cupang yang berkualitas.

Hal ini harus dilakukan agar nantinya anak ikan cupang yang keluar juga berkualitas. Indukan ikan cupang yang bagus biasanya berasal dari keturunan ungu dengan kondisi tubuh yang sehat.

Selain itu bebas penyakit dan tidak ada cacat bawaan pada tubuh ikan cupang, misalnya ada sirip yang tinggi sebelah. Berikut ciri-ciri indukan ikan cupang yang sudah siap kawin:

Ikan cupang jantan
Setidaknya sudah berumur 4-8 bulan
Bentuk badannya panjang
Siripnya panjang dan warna pada sirip terang
Gerakannya lincah dan terkesan agresif
Ikan cupang betina
Setidaknya sudah berumur 3-4 bulan
Bentuk badan membulat dan bagian perut sedikit buncit
Siripnya pendek dan warna sisik kusam tidak menarik
Gerakannya lambat
Jika sudah menemukan dua ciri indukan baik betina maupun jantan langkah selanjutnya adalah menyiapkan tempat pemijahan atau pengembang biakan antara si jantan dengan si betina.

3. Pemijahan Ikan Cupang
Pemijahan adalah proses pembuahan telur oleh sperma sang ikan jantan. Anda tidak perlu repot untuk menyiapkan pemijahan sang jantan dan betina.

Setidaknya hanya butuh tiga medium, yakni satu tempat untuk jantan, satu tempat untuk betina, dan satu tempat untuk kawin mereka.

Si jantan dan betina tidak bisa serta merta bertemu lalu memadu kasih. Mereka harus melakukan proses pendekatan. Itu sebabnya dibutuhkan tiga wadah.

Pertama masukkan jantan dan betina ke wadah masing-masing, bisa di gelas, baskom, atau toples kecil. Isi dengan air tawar, lebih baik gunakan air sungai.

Setelah mereka masuk pada wadah masing-masing, pertemukan mereka berdua dengan mendekatkan wadah bening dan lihat reaksi mereka. Sembari menunggu mereka, Anda bisa menghias bakal tempat kawin sang jantan dan betina dengan menambah bebatuan dan tumbuh-tumbuhan air.

Untuk mengawinkan ikan cupang jantan dan betina, perlu dilakukan proses pemisahan sebelum dicampurkan dalam satu wadah yang sama (Foto: istockphoto/THEPALMER)
Selanjutnya ikuti langkah berikut:

Masukkan indukan jantan yang telah siap kawin terlebih dulu. Biarkan dia berada satu hari dalam wadah tersebut. Sang jantan akan mengeluarkan gelembung yang nantinya berguna untuk melindungi telur-telurnya.
Jika sang jantan telah mengeluarkan gelembung, masukkan indukan betina. Waktu pemijahan yang baik pada ikan cupang biasanya pagi dan sore hari.
Selanjutnya tutup tempat perkawinan tersebut, sebab indukan ikan cupang adalah hewan yang tidak suka privasinya diganggu.
Setelah perkawinan dan pembuahan selesai telur-telur akan tergeletak di dasar akuarium. Segera keluarkan sang betina sebab dia punya kebiasaan aneh memakan telurnya sendiri.
Nantinya sang jantan yang akan menjadi pelindung telur-telur tersebut dengan gelembung-gelembung-gelembung yang sudah dia buat.
Setelah kurang lebih satu hari, telur-telur tersebut akan menjadi burayak. Burayak masih tidak perlu diberi makan selama tiga hari, sebab nutrisi dari telur masih ada tersisa.
Barulah setelah tiga hari Anda bisa memberikan mereka makan berupa kutu air. Pemberian makan jangan melebihi jumlah burayak yang ada, sebab jika terlalu banyak maka membuat air kotor dan burayak malah mati.
Selanjutnya, pisahkan indukan jantan dari para burayak setelah dua minggu. Kemudian pisahkan para burayak itu ke wadah lain.
Setelah 1,5 bulan biasanya para burayak sudah berkembang sempurna dan bisa dibedakan jenis kelaminnya.

Baca artikel CNN Indonesia "Cara Ternak dan Budidaya Ikan Cupang untuk Pemula" selengkapnya di sini: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20200720154433-277-526750/cara-ternak-dan-budidaya-ikan-cupang-untuk-pemula.

Download Apps CNN Indonesia sekarang https://app.cnnindonesia.com/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penjelasan apa itu aplikasi qute?

Tips tanam sawit yg baik&benar

Apa itu wirausaha ?